Pria China Meninggal Setelah Terinfeksi Virus Monyet, Apa Itu Virus Monkey 「Playing real money baccarat」B?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Situs resmi Yabo Yabo,Platform judi biasa,Kasino indonesia

Dapatkan infoPlayinPlaying real money baccaratg Playing real money baccaratreal money baccaratrmasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Ahli bedah hewan tersebut membedah dua monyet mati pada 4 dan 6 Maret 2021. Selanjutnya, dia mengalami mual dan muntah, diiukuti demam dengan gejala neurologis satu bulan kemudian.

Saat ini, menurut CDC China, virus tersebut juga disebut sebagai Macacine alphaherpesvirus 1 oleh Komite Internasional untuk Taksonomi Virus.

KOMPAS.com - Seorang pria berusia 53 tahun di China, meninggal dunia setelah terinfeksi virus monyet atau virus Monkey B (BV).

Dilansir dari The Independent, Rabu (21/7/2021), dalam studinya CDC China yang diunggah di pada 3 Juli, mengidentifikasi pria itu sebagai ahli bedah hewan yang bekerja di sebuah lembaga penelitian eksperimental primata di Beijing.

Baca juga: Hampir 200 Ribu Virus Baru Bersembunyi di Laut, Ini Maknanya bagi Kita

Menurut laporan CDC China, sebelum diketahui meninggal karena terinfeksi virus monyet B, pria tersebut telah mengunjungi beberapa rumah sakit dan akhirnya meninggal pada 27 Mei 2021.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, ini adalah jenis penyakit menular yang langka yang berasal dari primata.

BV atau virus Monkey B, awalnya telah diisolasi pada tahun 1932, dan dikenal dengan beberapa nama. Di antaranya disebut juga sebagai virus herpes B, virus monyet B, dan virus herpes simiae.

CDC Amerika Serikat menambahkan bahwa virus monyet B yang menyebabkan pria di China meninggal karena terinfeksi virus itu, adalah kejadian yang sangat jarang, tetapi dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah atau kematian, jika tidak segera mendapatkan perawatan.

Baca juga: Virus Corona Pernah Mewabah di Asia Timur 25.000 Tahun Lalu, Studi Baru Jelaskan

"Ini adalah kasus infeksi (virus monyet) pada manusia pertama dengan BV yang diidentifikasi di China," kata CDC China.